Konfrensi Internasional untuk Palestina digelar di Jakarta

3 Nov 2008

kispa.org - Jakarta -Konferensi Internasional untuk Membantu Korban Penjajahan (Palestina) hari Jumat (31/10), dibuka oleh Menteri Luar Negeri Indonesia Hasan Wirayuda. Bertempat di Jakarta Convention Center, sekitar 300 lembaga swadaya masyarakat dari dalam dan luar negeri bertemu untuk mendiskusikan berbagai bentuk bantuan kemanusiaan kepada rakyat Palestina yang berada di bawah penjajahan Zionis ‘Israel’.

palestina.jpg

Turut memberikan sambutan dalam pembukaanInternasional Humanitarian Conference on Assistantship for Victims of Occupation (Palestine), Ketua Pengarah Konferensi Suripto, Mufti Palestina Dr. Ikrimah Shabri dan Ketua Parlemen Palestina Dr. Aziz Duweik yang dibacakan oleh anggota DPR Drs. Almuzzamil Yusuf.Perhelatan internasional ini akan berlangsung dari Jumat (31/10) sampai Ahad (2/11). Dalam sambutannya, Suripto menegaskan partisipasi Indonesia dalam konferensi ini bersama masyarakat internasional untuk memberikan berbagai macam bantuan kemanusiaan, dan bersama masyarakat Palestina menolak penjajahan ‘Israel’ serta menuntut untuk menolak kedzaliman dan penawanan yang mengancam rakyat Palestina.Sementara itu Menlu Hasan Wirayuda menegaskan pentingnya persatuan bangsa Palestina, terutama antara kekuatan utama di Palestina, antara gerakan Hamas dan Fatah. Dia menilai, kemerdekaan tidak akan bisa dicapai apabila kedua kekuatan besar di Palestina ini tidak bersatu.Mufti Palestina Dr. Ikrimah Shabri dalam sambutannya lebih menyoroti berbagai bentuk kadzaliman yang dilakukan penjajah Zionis ‘Israel’ terhadap bangsa Palestina. Mulai dari jumlah korban meninggal yang mencapai lebih dari 5500 jiwa sejak meletus intifadhah al Aqsha 8 tahun lalu, jumlah korban luka yang mencapai lebih dari 40 ribu dan 3600 lebih lainnya cacat permanen. Shabri juga menjelaskan tentang aksi yahudisasi yang dilakukan ‘Israel’ di al Quds secara khusus dan wilayah Palestina terjajah lainnya, penghancuran rumah-rumah dan lahan pertanian rakyat Palestina, aksi penculikan yang mencapai lebih dari 50 ribu orang dan hingga saat ini masih 11 ribu lebih menedekam di penjara Zionis ‘Israel’, serta pembangunan tembok pemisah rasial yang telah mencabik-cabik wilayah Palestina di Tepi Barat.Shabri juga menjelaskan tentang dampak tragedi kemanusiaan yang diakibatkan oleh blokade ‘Israel’ terhadap rakyat Palestina di Jalur Gaza. Lebih dari satu setengah juta manusian Palestina kini hidup di dalam penjara besar yang ditutup dari berbagai penjuru. Akibat dari blokade ini, lebih dari 250 pasien Palestina telah meninggal dunia karena tidak bisa mendapatkan obat dan pelayanan medis, sementara mereka tidak bisa berobat keluar akibat blokade ketat yang mencekik Jalur Gaza.Untuk itu, Shabri menyerukan kepada peserta konferensi untuk berpihak dan mendukung rakyat Palestina.(seto/infopalestina/fn)


TAGS


-

Author

Follow Me